Bahasa bintang_bahasa terindah

April 15, 2005

Kerja lagi…

Filed under: diary

Huh..akhirnya aku punya tenaga untuk kerja lagi setelah berhari-hari terpuruk dalam kesedihan, hm..lama juga gak ngerasain teriknya matahari dan sejuknya sang hujan (maklum orang lapangan) walaupun badan terasa penat dan kaki terasa pegal ternyata tugasku tetap terasa mengasyikan.

Bertemu banyak orang baru dengan berbagai karakter dan kesempatan membuat aku selalu berusaha untuk mengurai senyum sehingga sedikit demi sedikit bisa membuat aku lupa akan kesedihan.

Terkadang yang menyenangkan adalah saat aku harus meliput demonstrasi, wah gak terbayang serunya.. saat para demonstran mengungkapkan uneg-uneg mereka terhadap para pejabat yang menurut mereka tidak aspiratif, yang asyik dari tugasku adalah aku dapat menjadi orang pertama yang mengetahui berbagai peristiwa di Banten karna memang sudah tugasku untuk memberitakan perkembangan informasi.

Tidak hanya itu, kadang-kadang aku juga mendapatkan kemudahan untuk bertemu para pejabat tinggi baik yang berskala nasional maupun lokal hanya karena profesiku sebagai seorang jurnalis.

Yah, tapi gak dapat dipungkiri juga kalo tugasku tidak lepas dari duka, seperti harus berkejaran dengan waktu hanya untuk mendapatkan sebuah berita aktual, atau berlarian mengejar sang narasumber yang enggan untuk memberikan pernyataan alias ‘no coment’ padahal sudha habis waktu seharian cuma untuk nunggu seuntai kata dari narasumber itu.

But how ever i’d love my job.. bukan karena secara financial tapi karena pengalaman. Aku juga makin tersanjung dan bersyukur saat teman seprofesiku memuji karena pengalamanku diusia muda yang sudah dapat pergi ke tanah rencong yang saat itu dilanda Tsunami “Wah..gw iri ama loe, masih muda tapi dah punya pengalaman pergi ke Aceh, sementara gw yang udah berumur gini belum ada kesempatan buat liat kondisi parahnya Aceh akibat Tsunami..” duh, kata-kata itu bikin aku makin semangat dan bersyukur pada Tuhan karena diberi kesempatan yang tidak semua orang bisa mendapatkannya.

So..kalo berita sudah berhasil kudapat dan dibuat skrip, tinggal tunggu saat aku untuk mengudara di 90.05 fm, radio yang 24 jam khusus menyiarkan berita di seluruh nusantara. Wuih..syeneng banget kalo aku sebagai koresponden Banten dapat berbagi informasi dengan para pendengar di seluruh Indonesia.

“Demikian dari Banten, Adinda ayu melaporkan, kembali ke studio..” gitu deh kira-kira ending lap yang harus selalu aku inget, klo ga, bisa kacau en di pusat aku bisa kena damprat hehe..

puisi acak2an

Filed under: curhat

Kurangkaikan puisi dengan indah tapi terasa kelu untuk kuucap
Kutulis bait nada dengan penuh rasa tapi terasa berat untuk kunyanyikan

Engkaulah matahariku yang mampu menyinari duniaku yang gelap
Engkaulah bintangku yang akan selalu bersinar digelapnya malam

Kehadiranmu laksana embun yang menyejukkan kalbuku
Kehadiranmu laksana hujan ditengah hatiku yang gersang

Tutur katamu mampu meluluhkan kesombongan hatiku
Tatapan matamu mampu menenangkan hatiku yang galau

Tapi kini kuisi hari-hariku tanpa canda tawamu lagi
Tapi kini kuisi hari-hariku tanpa belaian lembutmu lagi

Hari-hari terasa hampa tanpa dirimu lagi
hari-hari terasa kelam tanpa senyummu

Semua karenamu dan hanya tentangmu yang kini takkan lagi mengisi hariku…
Meski berat akan kujalani hari-hari tanpa dirimu lagi…






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome | Theme designs available here